Anggota Online
No Users Online
Online web ini
Yg punya masalah login, dapat berkomentar disini
Main Menu
Home
Artikel
MBI
WBI
Majalah SAKYA
Buku Tamu
Forum Sakyers
Gallery
Website Sahabat
Login di sini
Admin Support

STATISTIK KEBAKTIAN

Jumlah Umat Kebaktian 15 Maret  2009
SD : 155 orang
SMP : 75 orang
Umum : 135 orang

KUNJUNGAN
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini38
mod_vvisit_counterKemarin126
mod_vvisit_counterMinggu ini543
mod_vvisit_counterBulan ini1268
mod_vvisit_counterAll132244
Sindikasi
Home arrow Artikel arrow Safari Dharma
Safari Dharma Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
 
on 06-06-2009 09:51

Views : 172    

Hadirilah Safari Dharma oleh Venerable Karma Lekshe Tsomo dengan tema "Buddhist dan Tradisi" di Vihara Sakyakirti Jambi; Tanggal 8 Juni 2009; Jam 19.00 - Selesai.

 

Biography Prof. Dr. Karma Lekshe Tsomo :

Karma Lekshe Tsomo,  seorang biksuni dari tradisi Tibet berkebangsaan Amerika adalah professor di Universitas San Diego dimana beliau mengajar mata-mata kuliah Budhism; World Religions serta Comparative Religious Ethics dan merupakan salah satu pendiri Sakyadhita: International Association of Buddhist Women. Selama menjabat sebagai president Sakyadhita (tahun 1987 – 2009) beliau telah mengadakan 10 kali ‘International Sakyadhita Conferences’ dan sejumlah konferensi lainnya mengenai perempuan buddhis. 

Beliau belajar agama Buddha selama 15 tahun di Dharamsala, India. Ditahbiskan sebagai samaneri pada tahun 1977 di Perancis oleh YM Gyalwa Karmapa ke 16 dan menerima penahbisan sebagai bikuni di Korea pada tahun 1982 dan di Bodhgaya pada tahun 1987. Di bidang akademis, beliau mendapatkan gelar Doktor dalam bidang filsafat dari universitas Hawai atas penelitiannya mengenai Kematian dan Identitas di Cina dan Tibet. Sampai sekarang beliau tetap aktif melakukan penelitian antara lain dalam bidang buddhisme dan bioetika, studi tentang perdamaian, etika feminis buddhis dan masalah gender dalam agama Buddha.

Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota monastik dan peneliti, beliau terlibat aktif dalam dialog lintas agama dan terjun langsung melakukan aksi-aksi di akar rumput untuk memberdayakan perempuan. Beliau adalah direktur dari Yayasan Jamyang, yang berupaya untuk memberdayakan kaum termarjinalkan, yakni kaum perempuan di negara-negara miskin dan berkembang dengan mendirikan institusi pendidikan. Sejauh ini sudah ada delapan sekolah yang dibangun di Himalaya dan satu di Bangladesh.

Dalam usianya yang ke 64, beliau masih aktif mengajar, menulis dan mengedit buku terutama yang mengangkat hal-hal yang berkaitan dengan perempuan. Karya-karyanya antara lain; Sakyadhita: Daughters of the Buddha; Buddhism Through American Women's Eyes; Innovative Buddhist Women: Swimming Against the Stream; Sisters in Solitude: Two Traditions of Monastic Ethics for Women; Buddhist Women and Social Justice; Buddhist Women Across Cultures: Realizations; Discipline and Practice: Buddhist Woment Past and Present; Into the Jaws of Yama: Buddhism, Bioethics, and Death;  
   
Ambil Kode HTML Artikel ini
Print
Send to friend

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

No rating

 


Add your comment
Name
E-mail
 
Comment
 
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Renungan Harian
Barangsiapa belum bebas dari kekotoran-kekotoran batin, yang tidak memiliki pengendalian diri serta tidak mengerti kebenaran, sesungguhnya tidak patut ia mengenakan jubah kuning (Yamaka Vagga 1:9)
Events Sakyakirti
No events
« < March 2010 > »
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3