| on 15-09-2009 09:25
|
Views : 133  |
Jatuh CintaAda seorang anak perempuan kecil bertanya kepada Thay, “Thay dan sanggha terkasih, mengapa para monastik pria dan wanita tidak boleh saling jatuh cinta?”
Thay menjawab, “Saya rasa, semua monastik pria dan wanita sedang jatuh cinta!”
“Jatuh cinta berarti senang pada seseorang atau sesuatu, mereka senang akan kehidupan monastik, senang akan latihan, mereka juga senang akan transformasi penderitaan menjadi kebahagiaan dan kebebasan sehingga mereka bisa membantu banyak orang.” 
“Mereka mencintai Buddha, guru, mereka juga mencintai kakak dan adik dalam monastik, mereka belajar bagaimana untuk mencintai dengan sedemikian rupa sehingga cinta itu membawa kebahagiaan, bukan sebaliknya yakni mendatangkan banyak penderitaan.”
“Aku rasa, kakak adik dalam monastik mereka saling mencintai, namun mereka tidak menikah, karena sebagai monastik mereka hidup sedemikian rupa sehingga punya banyak waktu untuk belajar dan berlatih kemudian membantu melakukan tugas dharma.”
“Apabila engkau menikah dan bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada keluarga, engkau tidak punya waktu terlalu banyak untuk melakukan tugas seperti para monastik.”
“Apakah engkau pernah jatuh cinta?”
Anak itu mengeleng-geleng kepala, sambil tersenyum malu.
Thay melanjutkan “Tanya lagi pertanyaan itu ketika engkau sudah dewasa, oke”
“Apakah engkau mengerti kata selibat?”
“Mereka yang masuk monastik sebagai biksu biksuni karena mereka senang akan latihan selibat, namun selibat tidak berarti engkau tidak boleh jatuh cinta, namun engkau belajar mencintai dengan sedemikian rupa caranya sehingga tidak mendatangkan penderitaan. (nyanabhadra)
|
|
|