Anggota Online
No Users Online
Online web ini
We have 4 guests online
Yg punya masalah login, dapat berkomentar disini
Main Menu
Home
Artikel
MBI
WBI
Majalah SAKYA
Buku Tamu
Forum Sakyers
Gallery
Website Sahabat
Login di sini
Admin Support

STATISTIK KEBAKTIAN

Jumlah Umat Kebaktian 15 Maret  2009
SD : 155 orang
SMP : 75 orang
Umum : 135 orang

KUNJUNGAN
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini41
mod_vvisit_counterKemarin126
mod_vvisit_counterMinggu ini546
mod_vvisit_counterBulan ini1271
mod_vvisit_counterAll132248
Sindikasi
Home arrow Artikel arrow Jatuh Cinta
Jatuh Cinta Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
 
on 15-09-2009 09:25

Views : 133    


Jatuh Cinta

Ada seorang anak perempuan kecil bertanya kepada Thay, “Thay dan sanggha terkasih, mengapa para monastik pria dan wanita tidak boleh saling jatuh cinta?”

Thay menjawab, “Saya rasa, semua monastik pria dan wanita sedang jatuh cinta!”

“Jatuh cinta berarti senang pada seseorang atau sesuatu, mereka senang akan kehidupan monastik, senang akan latihan, mereka juga senang akan transformasi penderitaan menjadi kebahagiaan dan kebebasan sehingga mereka bisa membantu banyak orang.”
 

 

“Mereka mencintai Buddha, guru, mereka juga mencintai kakak dan adik dalam monastik, mereka belajar bagaimana untuk mencintai dengan sedemikian rupa sehingga cinta itu membawa kebahagiaan, bukan sebaliknya yakni mendatangkan banyak penderitaan.”

“Aku rasa, kakak adik dalam monastik mereka saling mencintai, namun mereka tidak menikah, karena sebagai monastik mereka hidup sedemikian rupa sehingga punya banyak waktu untuk belajar dan berlatih kemudian membantu melakukan tugas dharma.”

“Apabila engkau menikah dan bertanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada keluarga, engkau tidak punya waktu terlalu banyak untuk melakukan tugas seperti para monastik.”

“Apakah engkau pernah jatuh cinta?”

Anak itu mengeleng-geleng kepala, sambil tersenyum malu.

Thay melanjutkan “Tanya lagi pertanyaan itu ketika engkau sudah dewasa, oke”

“Apakah engkau mengerti kata selibat?”

“Mereka yang masuk monastik sebagai biksu biksuni karena mereka senang akan latihan selibat, namun selibat tidak berarti engkau tidak boleh jatuh cinta, namun engkau belajar mencintai dengan sedemikian rupa caranya sehingga tidak mendatangkan penderitaan. (nyanabhadra)


   
Ambil Kode HTML Artikel ini
Print
Send to friend

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

No rating

 


Add your comment
Name
E-mail
 
Comment
 
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Renungan Harian
Barangsiapa belum bebas dari kekotoran-kekotoran batin, yang tidak memiliki pengendalian diri serta tidak mengerti kebenaran, sesungguhnya tidak patut ia mengenakan jubah kuning (Yamaka Vagga 1:9)
Events Sakyakirti
No events
« < March 2010 > »
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
 

Warning: fopen(/home/sloki/user/h68544/sites/sakyakirti.com/www/components/com_sef/cache/shCacheContent.php) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/sloki/user/h68544/sites/sakyakirti.com/www/components/com_sef/shCache.php on line 106