Anggota Online
No Users Online
Online web ini
We have 15 guests online
Yg punya masalah login, dapat berkomentar disini
Main Menu
Home
Artikel
MBI
WBI
Majalah SAKYA
Buku Tamu
Forum Sakyers
Gallery
Website Sahabat
Login di sini
Admin Support

STATISTIK KEBAKTIAN

Jumlah Umat Kebaktian 15 Maret  2009
SD : 155 orang
SMP : 75 orang
Umum : 135 orang

KUNJUNGAN
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini107
mod_vvisit_counterKemarin125
mod_vvisit_counterMinggu ini486
mod_vvisit_counterBulan ini1211
mod_vvisit_counterAll132188
Sindikasi
Home arrow Artikel arrow Jarangnya Kemunculan Seorang Buddha
Jarangnya Kemunculan Seorang Buddha Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
 
on 28-09-2009 12:24

Views : 170    

Jarangnya Kemunculan Seorang Buddha

 

Anàthapiõóika—seorang hartawan yang kelak menyumbangkan Vihàra Jetavana—dalam suatu kunjungannya ke Ràjagaha, ketika ia bertemu dengan Buddha untuk pertama kalinya, mendengar kata “Buddha” dari saudara iparnya yang juga kaya raya di Ràjagaha. Begitu ia mendengar kata “Buddha,” ia berseru, “Ghoso’pi kho eso gahapati dullabho lokasmiÿ yadidaÿ ‘buddho buddho’ ti”, artinya “Teman, jarang sekali mendengar kata ‘Buddha, Buddha’ di dunia ini.”
Ketika Buddha berdiam di Kota âpana di Negeri Aïguttaràpa, seorang guru brahmana bernama Sela, mendengar kata “Buddha” dari Keniya—petapa berambut kasar. Begitu ia mendengar kata “Buddha” ia berpikir, “ghoso ‘pi kho eso dullabho lokasmiÿ yadidaÿ ‘buddho buddho’ ti’“, artinya, “Jarang sekali mendengar kata ‘Buddha, Buddha’ di dunia ini.” Tidak lama kemudian, ia bersama tiga ratus pengikutnya, menjadi ehi-bhikkhu dan tujuh hari kemudian mereka mencapai tingkat kesucian Arahatta.
Dari kutipan ini, sebenarnya sangatlah jarang dan sulit dapat mendengar kata “Buddha, Buddha” dan lebih jarang lagi munculnya seorang Buddha.
 

Kata “berlian” yang dimaksudkan dapat berupa berlian asli ataupun palsu. Demikian pula, karena kabar munculnya Buddha telah

tersebar sebelum munculnya Buddha, Anàthapiõóika dan Sela pasti telah mendengarnya sebelum pernyataan palsu dari enam guru petapa telanjang yang menyebut diri mereka “Buddha”. Tetapi, seperti halnya kata “berlian”, hanya jika yang dimaksud adalah berlian asli, yang dapat menyenangkan seseorang yang dapat membedakan berlian asli atau palsu; demikian pula, mereka yang memiliki kecerdasan seperti Anàthapiõóika dan Sela, kata “Buddha” dapat membawa kegembiraan hanya jika yang dimaksud adalah Buddha sejati.
Bagaikan menganggap berlian palsu sebagai berlian asli oleh mereka yang bodoh dan yang berpendapat salah. Demikian pula para pengikut yang menganggap guru mereka—enam petapa telanjang sebagai Buddha asli, adalah pendapat yang salah dan berbahaya (micchàdhimokkha).
Untuk lebih menjelaskan mengenai fenomena jarangnya kemunculan seorang Buddha di dunia, adalah penting untuk mengetahui hal-hal berikut sehubungan dengan Bodhisatta dan Buddha:
1. Bodhisatta (makhluk yang kelak akan mencapai Pencerahan Sempurna, Bakal Buddha).
2. Bodhisatta-kicca (tugas-tugas seorang Bakal Buddha).
3. Buddha (makhluk agung yang telah memenuhi tugas-Nya sebagai Bakal Buddha dan telah mencapai Pencerahan Sempurna), dan
4. Buddha-kicca (tugas-tugas seorang Buddha).
1. Bodhisatta
Empat pengetahuan Pandangan Cerah* mengenai Jalan (Magga ¥àõa) dengan atau tanpa disertai kemahatahuan (Sabba¤¤uta ¥àõa**) disebut Pencerahan (Bodhi). Pencerahan ada tiga jenis:
(* Jalan menuju lenyapnya penderitaan, yang berbentuk faktor terakhir dari Empat Kebenaran Mulia yang terdiri dari delapan faktor: (1) pandangan benar (sammà diññhi), (2) pemikiran benar (sammà saïkappa), (3) perkataan benar (sammà vàcà), (4) perbuatan benar (sammà kammanta), (5) penghidupan benar (sammà àjãva),

(6) usaha benar (sammà vàyàma), (7) perhatian benar (sammà sati), dan (8) pemusatan benar (sammà samàdhi). Dua pertama adalah kebijaksanaan (pa¤¤à), tiga berikutnya adalah moralitas (sãla), dan tiga terakhir adalah konsentrasi (samàdhi).)
(**Catatan: Sabba¤¤uta ¥àõa terdiri dari kata sabba¤¤uta dan ¤àõa. Kata pertama sabba¤¤uta artinya adalah mahatahu. Seseorang yang memiliki sabba¤¤uta atau Sabba¤¤uta ¥àõa adalah Sabba¤¤u, Yang Mahatahu, bukan berarti ia selalu mengetahui segalanya, tetapi ia dapat mengetahui segalanya jka ia menghendakinya.)
(1) Sammà-Sambodhi: Pencerahan berupa empat pengetahuan Pandangan Cerah mengenai Jalan yang disertai kemahatahuan. Empat pengetahuan mengenai Jalan adalah pemahaman atas Empat Kebenaran Mulia oleh diri sendiri tanpa bantuan guru, dan memiliki kekuatan untuk melenyapkan kotoran batin, juga kebiasaan-kebiasaan (vàsanà) dari kehidupan-kehidupan sebelumnya; Kemahatahuan adalah pemahaman atas semua prinsip yang perlu diketahui. Manusia mulia yang memiliki keinginan baik yang kuat untuk mencapai Sammà-Sambodhi disebut Sammà-Sambodhisatta, “Bakal Buddha Sempurna.”
(2) Pacceka-Bodhi: Pencerahan berupa empat pengetahuan Pandangan Cerah mengenai Jalan, yaitu pemahaman atas Empat Kebenaran Mulia oleh diri sendiri tanpa bantuan guru. Manusia mulia yang memiliki keinginan baik yang kuat untuk mencapai Pacceka-Bodhi disebut Pacceka-Bodhisatta, “Bakal Pacceka Buddha.”
(3) Sàvaka-Bodhi: Pencerahan berupa empat pengetahuan Pandangan Cerah mengenai Jalan, yaitu pemahaman atas Empat Kebenaran Mulia oleh diri sendiri dengan bantuan guru. Manusia mulia yang memiliki keinginan baik yang kuat untuk mencapai Sàvaka-Bodhi disebut Sàvaka-Bodhisatta, “Bakal Siswa Buddha.”

 

   
Ambil Kode HTML Artikel ini
Print
Send to friend

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

No rating

 


Add your comment
Name
E-mail
 
Comment
 
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Next >
Renungan Harian
Seseorang yang hidupnya Tidak ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang indrianya terkendali, sederhana dalam makanan, penuh keyakinan serta bersemangat; maka Mara (Penggoda) tidak dapat menguasai dirinya, bagikan angin yang tak dapat menumbangkan gunung karang (Yamaka Vagga 1:8)
Events Sakyakirti
No events
« < March 2010 > »
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
 

Warning: fopen(/home/sloki/user/h68544/sites/sakyakirti.com/www/components/com_sef/cache/shCacheContent.php) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /home/sloki/user/h68544/sites/sakyakirti.com/www/components/com_sef/shCache.php on line 106