Hadirilah Safari Dharma oleh Venerable Karma Lekshe Tsomo dengan tema "Buddhist dan Tradisi" di Vihara Sakyakirti Jambi; Tanggal 8 Juni 2009; Jam 19.00 - Selesai.
Biography Prof. Dr. Karma Lekshe Tsomo :
Karma Lekshe Tsomo, seorang biksuni dari tradisi Tibet berkebangsaan Amerika adalah professor di Universitas San Diego dimana beliau mengajar mata-mata kuliah Budhism; World Religions serta Comparative Religious Ethics dan merupakan salah satu pendiri Sakyadhita: International Association of Buddhist Women. Selama menjabat sebagai president Sakyadhita (tahun 1987 – 2009) beliau telah mengadakan 10 kali ‘International Sakyadhita Conferences’ dan sejumlah konferensi lainnya mengenai perempuan buddhis.
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pengelola Media koomunikasi Buddhis Indonesia
mengajak teman-teman untuk berkreatifitas dalam menyambut hari Waisak 2553 BE / 2009 dalam Lomba Kartu Waisak. Syarat dan ketentuan kami cantumkan dibawah ini.
Syarat dan Ketentuan :
1. Peserta bersifat personal / individu, dengan usia 12-25 tahun
2. Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran
3. Kreatifitas desain bersifat bebas, termasuk penggunaan bahan, alat dan teknis pengerjaan
4. Desain kartu dapat dibuat secara manual (handmade) maupun digital printing
5. Tema lomba adalah Go Green in Dhamma
6. Ukuran kartu maksimal 21 x 29 (cm) dan minimal 15 x10 (cm)
7. Tiap peserta paling banyak mengirimkan 2 (dua) karya
8. Jika perlu cantumkan judul dan konsep karya desain (tidak wajib)—menjadi pertimbangan dewan juri ketika penilaian jika terjadi nilai berimbang
9. Lomba berakhir pada 5 Mei 2009
Teknis Pengiriman :
1. Karya dimasukkan ke dalam amplop serta mencantumkan identitas diri
2. Identitas diri berisi nama lengkap, nama buddhis, tempat – tanggal lahir, asal PMV,alamat lengkap, hobi, telp/ hp, email.
3. Tulis ”Lomba Kartu Waisak 2009” pada bagian kiri amplop.
4. Karya di kirimkan ke alamat : Sekretariat Sekber PMVBId/a. 2nd Fl. Prasadha JinarakkhitaJl. Kembangan Raya Blok JJ,Puri Kembangan, Jakarta Barat - 11610T. 021-58359127 T&F. 021-58359125, 021-58359126
Kehidupan terus berlangsung dari waktu ke waktu. Hari berganti bulan dan bulan pun berganti tahun. Di tengah-tengah cepatnya putaran sang waktu, kita tenggelam dalam kesibukan dan kegiatan sehari-hari. Kita masing-masing berlomba-lomba mengejar apa yang kita inginkan. Tetapi pernahkah kita berpikir: "Apakah tujuan hidup kita?" Mungkin pertanyaan ini juga pernah muncul di benak kita atau ada yang pernah menanyakannya kepada kita. Satu pertanyaan yang cukup sederhana namun tidak semua orang dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Bahkan mungkin ada sebagian orang yang tidak mengetahui apa tujuan hidupnya. Semua kegiatan pasti mempunyai tujuan. Misalnya kalau kita pergi ke vihara, tentu ada tujuannya. Mungkin karena mau mendengar Dhamma, bertemu dengan para bijaksanawan/bhikkhu, dll. Begitu juga dengan berumah-tangga atau bersekolah. Semua itu pasti mempunyai tujuan. Kalau kita perhatikan semua ini, kita bisa pergi ke vihara, berkeluarga, bersekolah, dll, itu sebetulnya adalah karena kita masih hidup. Semua kegiatan bisa dijalankan ketika kita masih hidup. Apakah sesungguhnya tujuan hidup menurut agama Buddha? Tujuan hidup menurut agama Buddha adalah: * Silena Bhogasampada : hidup bahagia (memperoleh kekayaan dunia dan Dhamma) * Silena Sugatim Yanti : mati masuk sorga (terlahir di alam bahagia) * Silena Nibbutim Yanti : tercapainya nibbana. Itulah tujuan hidup kita. Pertanyaan yang selalu diucapkan oleh para bhikkhu setelah memberikan tuntunan sila ini seringkali tidak disadari bahkan tidak kita ketahui bahwa itulah tujuan hidup kita.
Seperti Air hujan yang menetes menembus atap jerami yang jarang, demikianlah nafsu keinginan menembus batin yang rapuh (tidak terlatih) Yamaka Vagga 1:13