• 2 hari lg @phink ultah ke-21
  • 6 hari lg nila ultah ke-25
  • 6 hari lg yanti ultah ke-27
Anggota Online
No Users Online
Online web ini
We have 5 guests online
Yg punya masalah login, dapat berkomentar disini
Main Menu
Home
Artikel
MBI
WBI
Majalah SAKYA
Buku Tamu
Forum Sakyers
Gallery
Website Sahabat
Login di sini
Admin Support

STATISTIK KEBAKTIAN

Jumlah Umat Kebaktian 15 Maret  2009
SD : 155 orang
SMP : 75 orang
Umum : 135 orang

KUNJUNGAN
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini74
mod_vvisit_counterKemarin124
mod_vvisit_counterMinggu ini328
mod_vvisit_counterBulan ini1053
mod_vvisit_counterAll132030
Sindikasi
Home arrow Artikel arrow Bertobat dan Menyesali Karma Buruk yang Lampau
Bertobat dan Menyesali Karma Buruk yang Lampau Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
 
on 29-08-2009 08:23

Views : 121    


Banyak orang selalu menyalahkan diri sendiri karena memiliki banyak karma buruk dan kekotoran batin. Mereka berpikir bahwa Buddha tidak memberkati mereka dan telah membuat mereka menderita. Karma buruk adalah akibat dari perbuatan jahat kita yang lampau. Jika kita menghadapi kesulitan, kita harus menyesal dan mengintrospeksi diri. Tanyalah diri sendiri, apakah kita telah berlatih dengan tekun? Apakah kita telah belajar dengan giat? Apakah kita masih mempelajari Sutra dengan baik? Apakah kita selalu menepati janji? Apakah kita telah melakukan sesuatu yang melukai orang lain? Apakah kita menghormati Triratna? Kita harus selalu mengintrospeksi tindakan kita, dan menyesali dan Bertobat jika kita melakukan kesalahan.


Bertobat tidak berarti kita perlu mengundang seorang Bhiksu/Bhiksuni untuk melafalkan Sutra untuk kita untuk memperbaiki keberuntungan kita. Penyesalan yang terbaik adalah menyesali diri sendiri dengan tulus di hadapan Buddha dan mengakui semua kesalahan yang telah dilakukan. Jika tulus dan jujur dalam Pertobatan, kita bisa menyucikan pikiran. Kita perlu Bertobat setiap kali melakukan kesalahan. Jika malu mengakuinya di depan orang lain, kita dapat mengakuinya di hadapan Buddha. Sebanyak mungkin kita Bersujud sampai kita merasa damai dan suci. Inilah Pertobatan yang sejati. Jika melakukan kesalahan lagi sesudah Pertobatan, kita mesti terus Bertobat. Bertobat adalah suatu cara untuk berlatih.

Pakaian perlu dicuci agar bersih. Pertobatan juga demikian. Pertobatan membuat kita menjadi tenang sehingga kita tidak melantur atau terganggu oleh Mara. Lebih sedikit gangguan akan kita hadapi saat berlatih meditasi. Jika menginginkan segala hal berjalan lancar, kita harus Bertobat dan menyesali karma buruk kita yang lampau. Pertobatan menuntun pada kebahagiaan dan kedamaian. Setiap orang patut menyesali karma buruk yang diperbuatnya di masa lampau.

Sumber : Dharma dalam kehidupan sehari-hari oleh Y.A. Bhiksu Tsang Hui

 

Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam hidup ini : Berbakti pada Orang Tua dan Berbuat Baik. Karena mungkin saja besok kita sudah mati ==Master Cheng Yen==
   
Ambil Kode HTML Artikel ini
Print
Send to friend

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

No rating

 


Add your comment
Name
E-mail
 
Comment
 
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Renungan Harian
Seperti Air hujan yang menetes menembus atap jerami yang jarang, demikianlah nafsu keinginan menembus batin yang rapuh (tidak terlatih) Yamaka Vagga 1:13
Events Sakyakirti
No events
« < March 2010 > »
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3